4. Sebagian HRD masih percaya jika orang yang melamar harus berlatar belakang yang senada. Jika kamu pernah bersinggungan dengan posisi itu, sampaikanlah

Masih menurut Albert Mahendra, beberapa HRD masih percaya bahwa talenta yang baik adalah orang yang melamar sesuai dengan pekerjaan yang ada. “Misalnya, posisi HRD dari jurusan Psikologi atau Hukum.

Programmer dari jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika. Jika tidak, minimal orang-orang yang sudah lama bekerja di bidang tersebut,” sebut Albert. Ini karena banyak hal-hal teknis yang sulit dikuasai jika bukan memang mereka yang mempelajari ilmunya.

5. Usahakan kamu menulis kemampuan yang terukur di CV. Lalu jelaskan kemampuan tak terukurmu saat wawancara

“Terkadang ada pelamar yang menulis di CV, punya skill kerjasama, Ieadership, komunikatif, dan argumentatif. Itu semua adalah skill yang tidak bisa diukur. Ada baiknya sewaktu wawancara, dijelaskan skill-skill tersebut,” terang Albert.

Ditambahkannya, hal-hal tersebut bisa tetap dipertahankan ditulis di CV namun harus ada portofolio yang kuat untuk meyakinkan rekruiter. Misalnya, tertulis punya leadership tapi selama ini belum pernah bekerja di posisi senior atau manager.

Untuk mengatasinya, Albert menyarankan menulis skill-skill yang bisa diukur. Misalnya, kemampuan Bahasa Inggris yang terbukti dengan skor TOEFL atau mempraktekkan Bahasa Inggris saat interview kerja.

“Kalau softskill, mending ditunjukkan dengan pengalaman saja. Misalnya, pernah menjadi ketua panitia acara dan ada masalah. Peran saya begini, akhirnya selesai, dan acara sukses.” jelasnya.

6. Setiap orang punya keunikan sendiri. Jika gagal, jangan merasa bodoh karena keunikanmu memang belum cocok saja dengan perusahaan itu

Dari segi psikologi, manusia itu unik. Anak kembar identik pun akan berbeda satu sama lain. Begitu pula dengan proses rekrutmen. “Ketika kamu gagal, bukan berarti kamu itu jelek, bodoh, tidak berguna dibandingkan dengan yang diterima. Bukan berarti juga, persiapanmu kurang kuat. Akan tetapi, keunikanmu tidak cocok dengan perusahaan yang ada,” tutup Albert.

Atas dasar itulah, kamu tidak boleh berputus asa. Tetaplah berusaha sampai bisa mendapat tempat yang cocok dengan keunikan yang kamu miliki.

Gimana? Kamu sudah siap menjajal wawancara kerja lainnya setelah membaca tips wawancara kerja di atas? Yuk, semangat!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *