Usaha sampingan di desa bisa menjadi pilihan menguntungkan untuk yang tidak ingin merantau ke kota. Pasalnya, tidak hanya di kota, banyak peluang yang bisa diciptakan di desa.

Biasanya, pemuda di desa banyak yang merantau ke kota-kota besar. Tujuannya tentu untuk mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang menjanjikan.

Tapi, hal itu juga tidak semudah yang dibayangkan. Persaingan kerja di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya maupun lainnya juga sangatlah susah.

Kamu harus bersaing dengan ratusan ribu, bahkan jutaan orang terampil maupun terdidik untuk mendapatkan kerja. Kalau tidak dapat kerja, yang ada kita hanya menjadi pengangguran atau gelandangan di jalanan.

Berdasarkan kekhawatiran di atas, maka hijrah ke kota besar layak kamu pikirkan matang-matang. Ketimbang jadi beban, kenapa gak kamu buka usaha sampingan di desa saja? Sembari usaha, kamu juga bisa mencari pekerjaan utama di kampung halaman.

Ada banyak usaha sampingan yang bisa kamu pilih, berikut ini contohnya.

1. Ternak ayam

Salah satu usaha sampingan di desa yang paling banyak dijumpai adalah beternak ayam. Ayam yang dijual bisa ayam negeri atau ayam kampung.

Tidak perlu membuat kandang yang besar, cukup membuat kandang yang sederhana dan cukup pengcahayaan agar ayam bisa tersinari.

Untuk pakan ayam, cukup diberikan sisa penggilingan beras atau biasa disebut huut oleh orang sunda. Pakan yang murah ini untuk menekan harga ayam dipasaran.

Sebagai usaha sampingan, beternak ayam cukup diurusi sendiri dan melibatkan banyak orang. Karena, melibatkan banyak orang akan menambah pengeluaran yang ada.

Selain itu, jangan takut bisnismu gak laku, karena ayam masih menjadi lauk favorit masyarakat. Dengan sistem bekerjasama dengan penjual pecel ayam atau ayam bakar yang berada dipinggir jalan, itu akan membuat kamu tidak kerepotan dalam menjual ayam ini.

2. Ternak lele

Seperti halnya ternak ayam, untuk usaha ternak lele kamu tidak perlu memiliki lahan yang luas. Lahan tersebut cukup untuk membesarkan lele saja.

Sebenarnya bisnis ini bisa dijalankan langsung di halaman rumah kamu, mengingat rumah-rumah di desa memiliki halaman yang luas. Jadi manfaatkan saja halamanmu, baik di depan ataupun di belakang rumah.

Usaha ternak lele juga terbilang murah kok, dengan modal Rp 200 ribuan kamu sudah bisa membeli bibit yang banyak. Udah gitu, lele juga termasuk hewan yang bisa hidup di air yang keruh, gak perlu capek-capek menguras kolam.

Menjualnya juga gampang, kamu tinggal tawarin saja ke pedagang-pedagang pecel lele di pinggir jalan atau kamu jual di depan rumah kamu saja.

3. Jualan pulsa

Berjualan pulsa mungkin bisa menjadi pilihan usaha sampingan di desa yang paling mudah. Kamu gak perlu mengeluarkan modal yang besar, hanya bermodalkan ponsel pintar saja kamu sudah bisa meraup keuntungan.

Udah gitu, kamu bisa berjualan dari mana saja, misal dari kantor, dari rumah, atau dari manapun kamu berada, asalkan ada saldo dan jaringan sinyal.

4. Warung kelontong

Warung kelontong gak bakal ketinggalan peminat, selama kamu menjual barang-barang kebutuhan sehari-hari seperti gula, beras, dan lain-lainnya, warung kelontong bakalan dicari.

Keberadaan warung kelontong sangat membantu bagi warga sekitar yang malas berbelanja jauh-jauh.

Jualan saja di depan rumahmu, dengan bermodalkan meja kaca dan rak untuk menaruh barang dagangannya. Untuk memenuhi warungmu, carilah toko grosir yang menjual produk-produk kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah.

5. Jual sayuran organik

Lingkungan yang masih asri dan udara yang bersih sangat cocok dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Salah satu usaha sampingan di desa yang bisa kamu jalani adalah jual sayuran organik.

Sayuran organik dinilai lebih fresh ketimbang sayuran non organik, karena dalam proses panennya tidak menggunakan zat-zat berbahaya seperti pestisida.

Media tanamnya pun kini sudah beragam, bisa menggunakan pipa-pipa yang dilubangi seperti model saat ini. Dengan media seperti itu, kamu gak harus memiliki lahan yang luas, cukup di halaman rumah saja juga bisa.

6. Menjual oleh-oleh khas dengan cara online

Setiap daerah di Indonesia biasanya memiliki oleh-oleh khasnya sendiri. Bisa berupa kerajinan tangan, produk kreatif, atau makanan-makanan khas.

Mengingat zaman sudah mulai canggih, kamu bisa menjualnya secara online. Foto produk-produkmu dengan kualitas terbaik agar lebih menarik pembeli.

Ada dua keuntungan yang didapat dengan usaha sampingan di desa ini, pertama rekening tabungan kamu bisa bertambah, kedua kamu juga turut berkontribusi memperkenalkan produk aslimu ke masyarakat yang lebih luas lagi.

7. Pengumpul Hasil Kebun

Masyarakat di desa kebanyakan berprofesi sebagai petani. Kebanyakan dari mereka sulit memasarkan hasil taninya. Oleh sebab itu, sebagai anak muda kita harus menyelesaikan permasalahan tersebut.

Di zaman serba modern ini, kita bisa memasarkan hasil tani lewat internet maupun sosial media. Memasarkan hasil petani merupakan peluang yang ideal dikala masyarakat beralih ke vegetarian.

Itulah tujuh usaha sampingan di desa yang bisa kamu pilih. Semoga saja bisa memberikan solusi buat kamu yang ingin hidup berkecukupan, tapi gak perlu hijrah ke kota besar.

Asal kamu jalankan dengan ulet dan terampil, pasti usahamu bisa berkembang dengan baik, meski hanya sebatas usaha sampingan. 

FN

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *